Persuasi
flickr:2274698946

KADANGKALA tulisan mempunyai beban untuk merayu, mendekatkan orang terhadap satu ide, satu pihak atau produk tertentu. Atau menjadikan si pembaca patuh terhadap visi misi sebuah tulisan. Bisa juga bebannya dibalik, yakni untuk menjauhkan atau menolak. Maka di sini penting untuk belajar apa yang dinamakan persuasi.

Teknik persuasi bukanlah ilmu baru. Tercatat oleh peradaban, Aristoteles, filsuf Yunani sebelum masehi mengembangkan tiga pendekatan untuk mempersuasi, yakni dengan mengeksplorasi:

  • Logos: membuat segala sesuatunya menjadi masuk akal;
  • Pathos: mempermainkan emosi, bisa dengan mengeksplitasi
    • (i) rasa takut;
    • (ii) rasi kasihan; atau
    • (iii) rayuan;
  • Ethos: mengandalkan sebuah karakter yang hebat, menonjol atau kapabel.
Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License